Infoac — sebuah platform digital yang menyajikan informasi terpercaya, cepat, dan relevan untuk semua kalangan. Terupdate

Ringgit Menguat di Tengah Melemahnya Dolar AS: Sinyal Pelonggaran dari The Fed Jadi Katalis

Ringgit Malaysia menguat terhadap dolar AS seiring melemahnya greenback di pasar global.

 



Kuala Lumpur, 7 Agustus 2025 – Nilai tukar ringgit Malaysia menunjukkan penguatan signifikan terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini. Pergerakan positif mata uang negeri jiran ini sebagian besar didorong oleh meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat.

Dolar AS Tertekan oleh Data Ekonomi dan Kebijakan Moneter

Melemahnya dolar AS terjadi di tengah ketidakpastian kebijakan moneter Amerika. Sejumlah data ekonomi terbaru menunjukkan perlambatan pertumbuhan, termasuk turunnya indeks manufaktur dan lesunya belanja konsumen. Hal ini mendorong para pelaku pasar untuk berspekulasi bahwa The Fed kemungkinan besar akan mengambil sikap lebih lunak (dovish) dengan menurunkan suku bunga untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.

Kondisi ini menyebabkan para investor global mulai mengalihkan portofolio mereka dari aset berbasis dolar ke mata uang lain yang dianggap lebih menjanjikan dalam jangka pendek, termasuk ringgit Malaysia.

Ringgit Naik, Didukung Faktor Domestik dan Global

Pada perdagangan hari ini, ringgit diperdagangkan di kisaran RM4.60 per dolar AS, naik sekitar 0,3% dibandingkan hari sebelumnya. Penguatan ini tidak hanya terjadi karena pelemahan dolar, tapi juga didorong oleh stabilitas ekonomi domestik Malaysia, khususnya dalam hal neraca perdagangan yang tetap surplus dan inflasi yang mulai terkendali.

Selain itu, Bank Negara Malaysia (BNM) sebagai bank sentral juga memberikan sinyal kebijakan yang konsisten dan transparan. Meski belum ada sinyal pasti akan menaikkan atau menurunkan suku bunga, investor melihat pendekatan BNM tetap kredibel dan stabil, yang membantu memperkuat kepercayaan pasar terhadap ringgit.

Perspektif Analis: Apakah Tren Ini Akan Berlanjut?

Beberapa analis memperkirakan bahwa tren penguatan ringgit terhadap dolar bisa berlanjut dalam beberapa pekan ke depan, terutama jika The Fed benar-benar menurunkan suku bunganya dalam pertemuan bulan ini atau bulan depan.

“Dengan latar belakang ekonomi AS yang melambat dan meningkatnya ketegangan perdagangan, mata uang seperti ringgit bisa mendapat keuntungan dari arus modal yang berpindah dari dolar,” ujar Lim Wei Chai, ekonom dari Maybank Investment.

Namun, analis juga mengingatkan bahwa volatilitas global masih tinggi. Ketidakpastian dari sisi geopolitik seperti ketegangan AS-Tiongkok, serta potensi kebijakan baru dari pemerintahan Trump yang kembali aktif menjelang pemilu, bisa memicu lonjakan sentimen risiko yang memengaruhi nilai tukar.

Penutup

Ringgit Malaysia saat ini tengah menikmati momen penguatan yang sehat terhadap dolar AS, terutama karena kombinasi faktor eksternal berupa ekspektasi pelonggaran moneter AS dan faktor domestik yang stabil. Meski demikian, para pelaku pasar disarankan tetap waspada terhadap dinamika global yang dapat berubah dengan cepat dan memengaruhi pergerakan mata uang di kawasan Asia Tenggara.

Posting Komentar

© 2025 Infoac. Dikembangkan dengan ❤️ oleh Tim Kreatif Infoac. Premium By Raushan Design