New York, 3 Agustus 2025 — Kota New York baru saja dibuat heboh oleh kehadiran sosok tak biasa: seorang robot humanoid canggih yang berjalan santai di sepanjang kawasan Midtown Manhattan. Robot yang dikenal dengan nama KOID ini bukan sekadar pajangan teknologi—ia berinteraksi langsung dengan masyarakat, mencoba sepatu di toko, membeli makanan dari pedagang kaki lima, dan bahkan berpose untuk selfie bersama warga dan turis.
Kehadiran KOID merupakan bagian dari uji coba publik yang dilakukan oleh perusahaan teknologi asal Tiongkok, Unitree Robotics, bekerja sama dengan tim pengembang perangkat lunak AI OpenMind Technologies. Robot ini dirancang untuk meniru perilaku manusia dengan sangat realistis, termasuk cara berjalan, berinteraksi, merespons suara, hingga mengenali ekspresi wajah.
Interaksi yang Mengejutkan Publik
Pada siang hari yang cerah di Fifth Avenue, KOID terlihat berjalan melewati kerumunan pejalan kaki. Dengan tinggi sekitar 170 cm dan desain fisik menyerupai manusia dewasa, banyak orang mengira ia adalah aktor dalam kostum robot—hingga mereka melihat gerakan yang terlalu presisi dan wajah yang bisa menyesuaikan ekspresi.
Salah satu momen paling viral adalah saat KOID masuk ke sebuah toko sepatu dan mencoba sneakers sambil berdialog dengan pegawai toko. "Saya mencari sepatu yang nyaman untuk berjalan di kota," ujar KOID dengan suara netral tapi jelas. Reaksi masyarakat? Campuran antara kagum, bingung, dan sedikit takut.
Seorang pengguna X (dulu Twitter) menulis:
"Aku baru saja ngobrol dengan robot yang bisa menjawab leluconku. Dunia resmi berubah."
Didukung Teknologi AI Tingkat Lanjut
KOID tidak hanya mengandalkan bentuk fisik. Otaknya dikendalikan oleh AI generatif multimodal yang mampu memahami konteks sosial, memproses perintah suara, dan merespons bahasa tubuh manusia. Sistem penglihatannya dilengkapi kamera 360 derajat dan sensor LiDAR, memungkinkan navigasi tanpa hambatan di ruang publik yang padat.
Yang menarik, KOID mampu melakukan improvisasi berdasarkan lingkungan sekitar. Saat seorang anak kecil memberinya es krim, KOID menerimanya sambil mengucapkan, “Terima kasih, itu sangat manis.” Aksi tersebut ternyata tidak diprogram, melainkan hasil dari reinforcement learning berbasis situasional yang membuat KOID belajar secara real-time.
Tujuan dan Implikasi Sosial
Menurut pihak Unitree Robotics, tujuan utama peluncuran KOID di ruang publik bukan untuk pamer teknologi semata, tetapi untuk melihat sejauh mana masyarakat siap menerima kehadiran robot dalam kehidupan sehari-hari.
“Ini adalah eksperimen sosial dan teknologis. Kami ingin tahu bagaimana manusia berinteraksi dengan robot yang bukan sekadar mesin di pabrik, tapi bagian dari masyarakat,” jelas Zhou Jun, CEO Unitree.
Namun, beberapa pihak menyuarakan kekhawatiran soal privasi dan keamanan data. Mengingat KOID dilengkapi sistem perekaman video dan audio, para pengamat meminta regulasi ketat untuk melindungi privasi publik.
Masa Depan Robot Sosial?
Kehadiran KOID menjadi simbol kemajuan pesat dalam bidang robot sosial dan AI interaktif. Dalam beberapa tahun ke depan, robot semacam ini diprediksi akan hadir di pusat perbelanjaan, rumah sakit, bahkan sebagai pendamping lansia atau guru sekolah dasar.
Jika eksperimen KOID sukses, kota-kota lain seperti Tokyo, Seoul, dan bahkan Jakarta berpotensi menjadi lokasi berikutnya untuk uji coba humanoid robot berbasis AI.
Untuk saat ini, warga New York masih sibuk membagikan video dan foto selfie mereka bersama KOID, menciptakan viral moment yang menandai awal era baru di mana manusia dan robot hidup berdampingan di ruang publik.
📸 Galeri Momen KOID di NYC:
-
KOID mencoba sepatu Nike di Fifth Avenue
-
Berfoto dengan turis asal Jerman
-
Membeli hot dog di Times Square
-
Mengobrol dengan seniman jalanan
"Bukan sekadar mesin. KOID mungkin adalah pratinjau sahabat masa depan kita."
– Sarah Lin, Peneliti Etika Robotik MIT